Waktu

Persoalan waktu sama sekali tidak elastis. Tidak peduli betapa tinggi permintaannya, pasokannya tidak akan naik. Tidak ada harga untuk waktu dan tidak ada kurva utilitas marjinal untuk itu. Selain itu, waktu habis dengan seketika dan tidak bisa disimpan. Waktu kemarin pasti hilang selamanya dan tidak akan pernah kembali. Maka, waktu selalu mengalami pasokan yang sangat kurang

Peter Drucker, The Effective Executive: The Definitive Guide to Getting the Right Things Done (New York: Harper Business, 2006), 26.

time_flies33
http://www.mrkate.com/wp-content/uploads/2013/04/time_flies33.jpg

Sebagai seorang yang sudah ditebus dengan darah yang mahal, pengorbanan yang mulia, serta kasih yang ajaib, saya tahu bahwa hidup saya harus dipersembahkan kepada Kristus, sang Penebus itu. Saya tidak terlalu paham bagaimana mempersembahkan hidup saya. Yang saya paham, selama saya hidup, saya berurusan dengan waktu. Baik hidup maupun waktu, dua-duanya tidak abadi. Bahkan waktu, ini adalah dimensi yang paling tidak saya pahami, yang diciptakan Tuhan bagi kita.

Melanjutkan kutipan di atas, waktu tidak pernah terikat pada manusia. Dia tidak pernah membuat kesepakatan kepada kita, melainkan Pencipta. Dua puluh empat jam di bumi adalah durasi rotasi bumi terhadap porosnya sendiri yang mana, mustahil kalau ada yang masih tidak mengakui bahwa itu adalah matematikanya Tuhan. Sama mustahilnya jika masih ada yang tidak percaya bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari manusia itu sendiri yang menjadi pengendali alam semesta.

Sungguh unik, manusialah yang secara sepihak mengikatkan dirinya kepada waktu, seperti, “Aku akan tidur selama 7 jam, karena itu adalah waktu yang paling cukup untuk kondisi tubuhku”. Sementara waktu? Apakah dia menyetujui itu? Bahkan sudah tidur 7 jam saja pun, kadang-kadang manusia masih terlelap.

Kerumitan waktu dan ketidakabadian manusia pantas membuat kita duduk, diam, dan berpikir tentang apa yang kita telah, sedang, dan akan lakukan dalam hidup ini. Akan ada banyak sudut pandang dalam hal ini. Mereka si tipe “You Only Live Once” akan berpendapat, justru karena itulah, mari lakukan hal-hal yang kau ingini. Menarik sekali, ketika titik tolak tindakan kita adalah ‘keinginan’–pusatnya di hati dan pikiran–yang kalau tidak dibereskan akan menghasilkan ratusan, bahkan ribuan, jutaan keinginan yang ‘elah, apaan sih?’ 

Kembali lagi, sebagai seorang yang sudah ditebus oleh Kristus, teladan-Nya selama Dia hidup di bumi adalah titik tolak kita. Yesus adalah manusia tersibuk dalam sejarah, saya yakin. Tapi Dia sibuk untuk hal yang mulia. Dia pun tahu prioritas, serta tidak pernah meninggalkan persekutuan pribadi-Nya dengan Bapa. Ketika membaca buku Crazy Busy, saya mengerti betapa kita perlu menyibukkan diri dalam melanjutkan misi pelayanan Kristus di bumi, yang dimulai-Nya 2000 tahun yang lalu.

Saya secara khusus ingin menyorot kaum perempuan kristiani (sekaligus mengingatkan saya) yang belakangan ini sibuk terlena dengan pencapaian studi, karir, dan bahkan sibuk memoles diri sendiri demi menjadi perempuan-idaman-lelaki-kristiani. Fokus ketiga hal ini sama, diri sendiri. Apa lagi hal terakhir, seolah-olah memang betul ada “Sekian Langkah Menjadi Calon Pengantin Wanita Kristen Sejati”. Padahal, itu semua adalah buah dari hidup yang dipersembahkan untuk mengikuti teladan Kristus, bukan tujuan hidup. Apakah hidup yang dipersembahkan tersebut? Hidup melanjutkan misi pelayanan Kristus di bumi.

Poin yang ingin saya sampaikan adalah, siapa pun kamu, selama kamu telah ditebus-Nya, di mana pun kamu, apa pun yang kamu kerjakan, pikirkanlah di mana kamu akan melanjutkan misi pelayanan Kristus dan bagaimana caranya. Kabarkanlah kebaikan Tuhan. Jangan berdiam diri, tidak melakukan apa pun dan puas dengan titel-titel yang bahkan akan ikut lenyap seraya habisnya waktumu di bumi. Waktu, tidak pernah membuat kesepakatan dengan siapa pun, melainkan Pencipta.

 

Advertisements

Published by

Elisabeth Yosephine

Not an open book. I tell things I want people to know. Even so, I tell them in different viewpoints according to what response I want to get.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s