Elisabet: Menerima Kebaikan Tuhan

Halo!

 

 

Halo Bandung..

Ibu kota periangan…

————————–Beth, please lah————————–

#okesip

Hari ini saya ingin berbagi dengan teman-teman semua (yang mungkin secara tidak sengaja atau pun disengaja telah mendarat di halaman ini) tentang suatu hal. Mulai dari postingan ini sampai beberapa postingan ke depan, saya akan berbagi mengenai teladan yang dapat dipelajari dari tokoh-tokoh perempuan dalam Perjanjian Baru. Pedomannya adalah Buku Pendalaman Alkitab yang diterbitkan oleh salah satu lembaga pelayanan mahasiswa Kristen di Indonesia. Saya rindu belajar sesuatu dari tokoh-tokoh tersebut, dan juga rindu membagikannya kepada orang lain; agar berkatnya tidak berhenti di satu orang saja, hehehe.

Postingan pertama akan dimulai dari Elisabet.

Kesatu, Elisabet: menerima kebaikan Tuhan.

(Baca: Lukas 1:5-25, 39-45, 57-66)

  1. Elisabet adalah seorang keturunan Harun dan istri dari seorang imam bernama Zakharia. Elisabet (dan juga suaminya) adalah orang yang benar di hadapan Tuhan (godly couple) dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat (wow). Menurut salah satu tafsiran, nama Elisabet memiliki arti yang (sebenarnya) tidak terlalu jelas, tetapi paling mungkin berarti God’s covenant atau perjanjian Allah. Tidak bercacat, blameless, berasal dari bahasa Yunani “amemptos”. Bukan berarti mereka tidak berdosa, melainkan mereka ‘menangani’ dosa mereka dengan cepat dan seperti apa yang diperintahkan Tuhan. Elisabet mandul dan pada masa itu sedang lanjut umurnya.
  2. Lalu pada suatu kesempatan di Bait Suci, malaikat Gabriel menyampaikan kepada Zakharia bahwa Elisabet akan mengandung seorang anak laki-laki yang harus dinamai Yohanes. Banyak orang yang akan bersukacita atas kelahirannya dan Yohanes akan besar di hadapan Tuhan. Ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim Elisabet. Yohanes akan membuat orang Israel berbalik kepada Tuhan dan menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.
  3. Alkitab mencatat respon yang berbeda antara Elisabet dan Zakharia dalam menerima kabar dari malaikat Gabriel tersebut. Zakharia merespon dengan bertanya, “bagaimana aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.” Ada banyak alasan yang menyebabkan Zakharia tampak ragu akan perkataan malaikat Tuhan. Ketidakpercayaan dan kurangnya keyakinan kepada Allah mungkin salah satunya. Sedangkan Elisabet merespon pada ayat ke-25, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapus aibku di depan orang.” 

Baik tetangga, keluarga, maupun suami Elisabet, semuanya belajar tentang kemurahan Allah melalui kelahiran Yohanes. Mereka dapat melihat dan mengalaminya karena Elisabet menerima dan mencerminkan kasih karunia Tuhan dalam hidupnya dengan apa adanya.

Zakharia belajar taat dan bertumbuh dalam iman. Perkataan Zakharia pada ayat 63, yakni “Namanya adalah Yohanes” merupakan tindakan ketaatan dan kerendahan hatinya. Dengan cara yang baru Dia mengalami dan mengenal Tuhan serta belajar banyak tentang pujian.

“. . . Zechariah and Elizabeth represent two different kinds of righteous people. Zechariah raises doubts about the angel’s message, for the prospective parents are now beyond normal childbearing age (v. 18). Sometimes even good people have doubts about God’s promise. . . .

“Elizabeth pictures the righteous saint who takes her burden to God and rejoices when that burden is lifted.”

“Hardly for the last time in Luke-Acts, a woman is put forward as a recipient of God’s favor and as a model of faithfulness to God’s purpose.”

Constable Notes.

Kadang-kadang terasa sukar untuk membicarakan pekerjaan baik yang Tuhan sedang kerjakan dalam diri seseorang karena mereka takut dianggap membual atau menyombongkan diri. Doronglah agar diri sendiri dan orang lain dapat berbicara dengan terbuka dalam meresponi setiap pekerjaan baik yang Tuhan kerjakan, tetapi berikan semua kemuliaan dan pujian hanya kepada Tuhan.

Advertisements

Published by

Elisabeth Yosephine

Not an open book. I tell things I want people to know. Even so, I tell them in different viewpoints according to what response I want to get.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s