Karena Ditanya #1

Beberapa waktu lalu seorang teman bertanya kepada saya:

“Kak, gimana sih caranya bisa tetap melayani (di persekutuan rohani) ketika sudah bekerja seperti ini?”

Pada awalnya pertanyaan tersebut hanya saya jawab dengan:

“Itu dimulai dengan berpikir matang tentang di mana kamu akan bekerja; saya memilih tempat pekerjaan yang memungkinkan saya masih bisa melakukan pelayanan.”

Saya rasa jawaban itu belum begitu jelas. Saya akui, pertanyaan teman saya tersebut sempat membuat saya berpikir dalam dan cukup lama. Sebenarnya gimana, ya?

Kemudian saya pun yakin bahwa jawaban saya sebelumnya memanglah satu hal yang patut dipikirkan matang-matang.

Bagi banyak lulusan fakultas hukum, bekerja di law firm adalah hal yang sangat mungkin menjadi pilihan pertama pada daftar pilihan tempat bekerja–apalagi bagi mereka (kami, maksudnya) yang adalah fresh-graduates.

Image law firm yang telah melekat di dalam setiap kami adalah “bekerja di sana akan memungkinkan kami belajar banyak hal dan mengeksplor kemampuan kehukuman kami, at some different levels.”

Itu benar, jika tidak disalahgunakan. Persoalannya adalah law firm punya jam kerja yang tidak biasa. Ini yang jadi pertimbangan saya dalam melamar pekerjaan. Setelah memutuskan untuk melamar ke law firm, saya berusaha mencari law firm mana yang jam kerjanya tidak aneh-aneh amat dan puji Tuhan law firm tempat saya bekerja ini adalah salah satunya. 

Rata-rata, saya sudah boleh pulang pada pukul 7 malam, kecuali memang sedang mengejar deadline. Kalau pun seperti itu, paling lama jam 12 malam saya sudah bisa pulang. Beberapa kali saya menyiasati ini dengan membawa pekerjaan tersisa ke rumah sehingga saya ngga perlu terlalu larut untuk pulang. 

Dengan pilihan ini, saya bisa memakai waktu malam saya untuk persiapan pelayanan, misalnya. 

Kenapa saya sampai pada hikmat tersebut? Karena saya memang sedang diberi Tuhan kepercayaan lain dalam persekutuan rohani tingkat mahasiswa. Saya punya Kelompok Tumbuh Bersama yang juga harus terus diperjuangkan. Saya ingat, ketika dulu saya mengajak mereka dibina dalam kelompok ini, saya selalu bilang, “ini seumur hidup, lho.” Tidak jarang kelompok kecil hanya jadi hiasan kehidupan kampus saja, karena pemimpinnya tidak bisa memperjuangkan sampai, katanya, seumur hidup. 

Pilihan ini punya beberapa konsekuensi yang baik/tidaknya bergantung pada bagaimana kita memandangnya; cara pandang apa yang kita pakai. Dimulai dari konsekuensi ilmunya, networking-nya, lingkungannya, persahabatannya, sampai penghasilannya.

Saya ditantang untuk mensyukuri apa yang ada di hadapan saya saat ini. 

***

Setelah saya pikir-pikir lagi, pilihan saya ini juga memungkinkan saya untuk memiliki waktu tidur yang baik seperti saran para psikolog dan ahli kesehatan. Kalau waktu tidur rata-rata yang dibutuhkan manusia adalah 8 jam per hari, setidaknya saya bisa beberapa kali mencapainya, atau 6 jam paling sedikit. Saya terharu :”) 

Kemarin, ketika saya menonton TEDTalks tentang “Why do We Sleep?”, saya semakin bersyukur karena memilih law firm yang memiliki jam kerja seperti ini. Memiliki waktu tidur yang baik adalah investasi jangka pendek (manfaat hari per hari) dan jangka panjang (kesehatan hari depan). 

Banyak manusia lalai memakai waktu tidurnya, dan seperti kata Tim Urban, mereka sedang procrastinating untuk sesuatu yang tidak punya particular and clear deadline, alias mengenai “akan hidup sampai kapan.”

Sederhananya, tidak menjaga kesehatan. 

Itu yang membuat saya mantap untuk mengupayakan bekerja dengan giat dan tidur dengan giat juga. 

Ada banyak hal yang ingin saya jabarkan secara detil, tapi saya ingin mengembalikan fokus tulisan ini pada pertanyaan teman saya tadi. Semoga perspektif ini cukup mejawab ya. Terima kasih sudah bertanya! :”)

Advertisements

Published by

Elisabeth Yosephine

Not an open book. I tell things I want people to know. Even so, I tell them in different viewpoints according to what response I want to get.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s