Tuhan Sembuhkanku

“Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan. Kekuatan perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat akan diumumkan mereka, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan.” – Mazmur 145:5-6

Seminggu lalu aku merasakan sakit di bagian dada yang membuatku cukup khawatir. Sakitnya tidak terlalu memberatkanku karena hanya timbul sesekali saja, misalnya jika aku meregangkan badan, jika aku tidur, jika aku menekuk badan, jika aku terlalu banyak berbicara, serta jika aku ingin bernapas kuat-kuat. Di luar itu, semuanya seperti baik-baik saja.

Aku sempat berpikir aneh-aneh, apakah ini angin duduk, TBC, ataukah beberapa penyakit lain yang di dalam keterbatasanku kupikir bisa saja sedang kuderita.

Tapi ada yang tidak biasa pada Selasa, 31 Oktober 2017 lalu. Kalau biasanya sakitnya hanya muncul sesekali, saat itu sakitnya malah konstan kurasakan, tidak peduli aku sedang apa. Aku tidak tenang karena kala itu sakitnya cukup menggangguku yang sedang berada di kantor. Salah seorang temanku menyarankan agar aku melakukan medical-checkup, manakala ada hal-hal yang lebih baik kuketahui sejak dini. Oke, saran itu akan kulakukan, tetapi permasalahannya saat itu aku butuh sesuatu untuk setidaknya meredakan rasa sakit yang ada.

Malamnya pun, aku jadi ragu apakah aku datang ke konser JPCC Worship “Made Alive” atau aku pulang saja dan beristirahat. Aku enggan pulang karena tidak nyaman jika kondisi sakitku harus kulewati sendirian di kamar. Tetapi pergi ke konser juga sebenarnya tidak terlalu baik karena itu berarti aku akan berdesak-desakan dengan banyak orang (setidaknya untuk masuk ke hall-nya) serta aku akan kena AC lagi. Masuk angin lagi deh.

Tapi aku tetap datang karena dorongan yang kuat untuk memuji Tuhan melalui beberapa lagu yang secara personal telah menjadi sarana-Nya dalam menguatkan satu keputusan yang telah kuambil saat itu.

Sakitnya belum membaik apalagi hilang.

Pada beberapa lagu di awal konser itu pun aku masih bernyanyi sambil meringis sakit dan memegangi sweater yang kupakai menutupi bagian depan badanku. Aku masih ingat saat itu aku bergumam kira-kira, “Lha, kok sakitnya malah jadi ngeselin, ya?”

Sampailah pada saat salah satu personil JPCC Worship mengajak kami untuk berdoa dan menyatakan syukur kepada Tuhan. Di saat yang lain mungkin sedang memanjatkan syukur, aku memutuskan berdoa memohon kesembuhan dari Tuhan.

Aku ingat pada saat itu aku bilang, “Tuhan, aku tahu saat ini Tuhan bisa sembuhkan sakit yang sedang kurasakan ini. Aku mohon, angkatlah sakit ini dan pulihkanlah aku ya Tuhan. Sakit ini membuatku khawatir sekali, Tuhan tahu itu, dan membuatku berpikir yang aneh-aneh. Tuhan, aku tahu Tuhan adalah Tabib di atas segala tabib dan Tuhan sanggup menyembuhkanku pada saat ini. Namun, jika pun Tuhan berkehendak lain, berilah aku kekuatan untuk melaluinya. Amin.”

Selesai berdoa, aku kembali menikmati konser seperti biasa. Masih ada sekitar 1,5 jam lagi sampai selesainya konser tersebut; waktu yang cukup panjang untuk kulewati jika masih harus dengan rasa sakit tadi. Aku memilih tidak mengkhawatirkan rasa sakitnya karena aku sudah menyerahkannya kepada Tuhan dan fokus menyanyikan lagu-lagu di sepanjang konser tadi. Aku tidak lantas menunggu-nunggu kapan doaku dijawab Tuhan dan lalu berhenti menyembah Tuhan melalui lagu-lagu di konser itu.

Selang beberapa menit, aku mulai tidak merasakan rasa sakit itu. Aku berpikir, “Hm, oke, jangan senang dulu, jangan banyak gerak dulu, nikmati saja kalau saat ini Tuhan memang sedang mengerjakan kesembuhan yang kau doakan tadi.” Meski begitu, tidak bisa kupungkiri aku jadi banyak senyum di sepanjang lagu. Sempat terucap, “Secepat itukah?” Sembari terus bernyanyi dan tidak berfokus pada rasa sakit tadi (dan bahkan kesembuhan yang mulai kurasakan), aku merasakan Tuhan menguatkanku dan benar-benar meneguhkanku atas keputusan yang telah kuambil beberapa waktu lalu serta mendapati diriku begitu rendah dan tidak bisa tidak memanjatkan syukur dan sembahku pada-Nya–tujuan awal aku bersemangat datang ke konser ini.

Ini lagu yang paling kuat berbicara untukku:

Konser pun selesai dan aku pulang. Biasanya di kamar aku akan mulai diganggu oleh rasa sakit itu tapi kali ini tidak. Tidak ada sedikit pun sakit bahkan ketika kucoba meregangkan badanku. Aku terharu. Aku berkata di dalam hati, “jika besok dan seterusnya tidak lagi kurasakan sakit itu, aku berjanji akan menceritakan ini kepada orang lain.”

Benar saja, bahkan sampai sekarang tidak ada lagi rasa sakit yang kurasakan. Bagaimana aku menjelaskan ini? Aku tidak melakukan pengobatan apa pun di sepanjang konser ketika rasa sakit itu masih nyata kurasakan. Bukan berarti pengobatan dan medical-checkup menjadi tidak penting, tetapi kalau memang Tuhan berkenan dan berkehendak menyembuhkan, dengan atau pun tanpa itu, kurasakan dia bisa hadirkan kesembuhan bagi kita.

Mungkin manusia bisa menjelaskan secara medis kesembuhan yang kualami, tetapi aku tetap akan percaya bahwa perbuatan tangan Tuhan sangat ajaib dan dahsyat, dan dengan ini kuumumkan kepada kalian.

Aku berdoa, semoga siapa pun yang membaca cerita ini, baik yang sedang sakit jasmani/rohani, atau pun memiliki orang-orang terkasih yang sedang mengalami sakit, tetap percaya dan mengandalkan Tuhan, tetap berserah dan tidak berhenti menyembah dan memuji Tuhan. Semoga kita yang dalam penantian akan kesembuhan-kesembuhan itu bisa mengenal Pribadi Tuhan dan dimampukan berserah kepada-Nya. Dengan begitu, sembuh atau pun tidak, kita sudah kenal bahwa Tuhan tidak bersalah dalam setiap keputusan-Nya. Itu adalah yang terbaik untuk kita.

Soli Deo Gloria.

 

Advertisements

Published by

Elisabeth Yosephine

Not an open book. I tell things I want people to know. Even so, I tell them in different viewpoints according to what response I want to get.

2 thoughts on “Tuhan Sembuhkanku”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s