Categories
Life

huruf kecil kecuali untuk Tuhan

suatu kali seorang gadis datang dan bertanya,

“kenapa susah sekali menjadi aku?”

aku menepi dan menemaninya sejenak.

“susah bagaimana?”


“beberapa tahun lalu aku menyukai seorang pria dan kupikir dia adalah yang terbaik. aku mulai memikirkan ‘what-ifs’ dan itu adalah hal terakhir yang ingin kulakukan di dunia ini. sebab aku tidak suka. aku ingin mencoba memastikannya saja, tanpa jeda. tidak sabar. sampai akhirnya keputusanku sendiri yang membawaku kepada kenyataan yang sulit kuterima.

semuanya berjalan seperti biasa, bagi sebagian besar orang, tapi tentu tidak bagiku. aku seperti berada di suatu situasi yang melawanku, apa pun yang ingin kulakukan. tapi, toh, kujalani saja. kata seseorang, aku tidak sesalah itu, aku hanya baru tahu bahwa aku telah salah sejak awal. jadi aku belajar mengakui bahwa aku tidak cukup bijak. bahkan untuk waktu yang berbulan-bulan.

perlahan, aku rasa aku mulai berdamai pada kenyataan bahwa aku tidak bijak. di dunia yang kompetitif ini, mengakui kebodohan diri sendiri mungkin tidak menyenangkan bagi sebagian besar orang. tunggu, mengakuinya betul-betul sebagai kebodohan, tanpa pemanis apa pun. sebab orang zaman sekarang lihai sekali mengubah sesuatu yang jelas-jelas kebodohan total seolah hanya khilaf semata.”


aku masih mendengarkannya, ingin memotong, tapi aku tahu dia anti terhadap itu.

“beberapa tahun kemudian, kupikir aku sudah baik-baik saja dan merdeka dari permasalahan ini. namun aku salah. aku suka bingung, kenapa ya, sesuatu kadang hadir tanpa memberi tahu alasan untuk apa dia hadir? apa Tuhan pikir aku masih sanggup menerka-nerka, ya? kenapa hal yang sama terulang?”

apa yang membuatnya berpikir itu hal yang sama?

“aku kembali bertemu dengan seseorang yang membuatku memikirkan banyak ‘bagaimana jika’ dan ‘seandainya’. kadang-kadang aku bisa lupa tentangnya. namun kadang-kadang aku sangat memikirkannya. kadang-kadang aku ingin berhenti saja, namun seperti ada dorongan dalam diriku, ayo, doakanlah. 


jadi, inikah yang membuatnya berpikir bahwa susah sekali menjadi dirinya?

“mendoakan seseorang telah menjadi begitu menakutkan bagiku, kak.”

katanya.

aku mencoba mengerti maksud kalimat itu. meski aku tidak akan betul-betul memahami ketakutannya. biar bagaimana pun, dia pernah sangat menyayangi seseorang karena mendoakannya dengan tekun. dan menjadi sangat terluka pula karena mendoakannya dengan tekun.

lagi katanya,

“aku semacam tidak lagi meyakini akan ada yang berbeda kalau aku berdoa.”

lalu aku terdiam. aku menunduk, mengiyakan apa yang ia katakan.

aku mencoba berkata-kata, semampuku.

“ketakutanmu berdoa sebenarnya sedang menunjukkan keraguanmu pada Tuhan dan kuasa-Nya. mungkin juga sedang menunjukkan betapa kaburnya kau sekarang melihat doa. kau pikir berdoa adalah selalu tentang mengubah sesuatu? tidak. kadang-kadang doa juga tentang menunjukkan bagaimana sesuatu itu sesungguh-sungguhnya. mungkin dirimu, mungkin dirinya, mungkin keadaanmu, mungkin Tuhan. sesuatu yang sebenarnya sama, namun baru kau lihat semakin utuh ketika kau mendoakannya. seperti, bahwa kau ternyata meragukan Tuhan. mungkin kalau kau berdoa dengan tekun, yang kau lihat bukan keraguanmu, namun ketetapan Tuhan–yang dengan ketekunanmu, Ia berketetapan: tidak. mungkin kalau kau berhenti secepat ini, kau sebenarnya telah melihat bahwa kau tidak benar-benar membutuhkan hal ini. membutuhkan dia. 

dia terdiam.

“doa mengubah segala sesuatu, bisa jadi. tapi doa juga bisa tidak mengubah segala sesuatu, melainkan membuatmu melihat segala sesuatu sebagaimana adanya, sebenar-benarnya, seutuh yang diizinkan-Nya. jadi, mungkin kau perlu mengubah mind-set-mu dalam berdoa. kalau kau ingin melihat dengan lebih jelas, berdoalah. satu yang pasti: Ia pasti membukakan apa yang akan menyatakan kekudusan Nama-Nya, kedatangan kerajaan-Nya, dan kejadian kehendak-Nya, yang sama, di bumi dan di surga. kalau kau ingin menyaksikan itu semua, berdoalah dengan benar.”

dia masih terdiam. tidak apa, aku pikir dia butuh waktu. seperti aku juga butuh waktu, saat ini, seperginya dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s