“Oleh Karena Nama-Nya”

Yesaya 48:9-11

Oleh karena nama-Ku Aku menahan amarah-Ku
dan oleh karena kemasyhuran-Ku Aku mengasihani engkau,
sehingga Aku tidak melenyapkan engkau.
Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak,
tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.
Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri,
sebab masakan nama-Ku akan dinajiskan?
Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!”

 

Allah sudah tahu sejak awal bahwa bangsa yang menyebut dirinya Israel dan keturunan Yakub adalah bangsa yang tegar tengkuk. Artinya, pemberontakan dan kedegilan hati mereka bukanlah hal baru yang mengagetkan bagi Allah. Tetapi Allah tetap memilih mereka. Allah bahkan menahan amarah-Nya terhadap Israel karena nama-Nya dibawa oleh bangsa ini.

Pernah melihat orang tua yang tidak jadi menghukum anaknya di depan umum karena ‘malu’ orang lain akan melihat dia sebagai orang tua yang tidak baik? Tentu ilustrasi ini tidak sempurna dalam memahami apa yang Allah katakan bahwa Ia tidak ingin “kemuliaan-Nya” diberikan kepada orang lain atau hal lain. Tapi kira-kira seperti itu.

Bagi umat perjanjian baru, amarah mutlak yang Allah miliki akibat dosa umat-Nya harus ditumpahkan ke atas Diri-Nya sendiri–Kristus, anak Bapa menanggung semuanya bagi orang yang percaya. Benar, itu semua karena kasih-Nya kepada dunia. Namun, penghukuman tidak diberikan juga karena nama-Nya yang kudus yang telah menciptakan manusia sebagai gambar dan rupa-Nya.

Sehingga, kita tidak pernah bisa menghayati penebusan Kristus sebelum kita memahami betapa sentral diri kita sebagai gambar dan rupa Allah. Bagaimana Allah tidak menyayangkan ciptaan-ciptaan yang Ia maksudkan untuk menyatakan kemuliaan-Nya di muka bumi ini?

Jadi, aku pertama-tama mau menghayati, dalam kasih-Nya, ada kemuliaan-Nya yang Ia tidak ingin berikan kepada ilah-ilah dunia ini. Menghayati penebusan Kristus hanya karena kasih-Nya akan membuat kita menjadi pengikut-pengikut yang susah berdisiplin. Karena, bukankah enak sekali dikasihi begitu rupa sampai Seseorang harus mati bagi kita? Namun ketika kita menghayati penebusan Kristus karena kasih dan kemuliaan Allah yang Ia mau nyatakan, kita akan menjadi pengikut-pengikut yang berjuang menghidupi tujuan penebusan itu: pemulihan sang ciptaan yang dimampukan oleh kasih karunia-Nya untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

Karena itu penting bagi kita mengingat, kita ini yang percaya kepada Kristus, adalah ciptaan baru. Sebab yang lama telah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Sumber belajar:

For the Sake of God’s Name

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s