Categories
Life

Countdown

Hanya Engkau yang tahu, Tuhan, apa yang saat ini sedang terjadi. Hanya Engkau yang mengerti, Tuhan, setiap perasaan yang terpendam. Aku bahkan gagal menjelaskan apa pun, baik kepada diri sendiri, maupun kepada orang lain. Ada yang bisa kuungkapkan, ada yang bisa terucapkan, tapi, apakah itu benar? Lagi, apakah itu sesuai dengan kehendak-Mu?

Di setiap persimpangan jalan, memang biasa aku menjadi kebingungan. Ke manakah aku harus melangkah?

Setiap kali pula aku perlu iman. Terlebih, iman yang mengungkapkan betapa pengecut dan pecundangnya diri ini. Iman yang membukakan bahwa aku sudah bersembunyi dengan nyaman.

Tidak, aku tidak akan menggugat Engkau untuk setiap pimpinan-Mu. Aku tahu, aku ini Engkau sayang. Tidak ada yang salah dari apa pun yang Engkau putuskan. Tidak pernah untuk mencelakakanku. Aku tahu itu dengan pasti.

Sehingga, setibanya pun aku di persimpangan ini, itu semua sudah merupakan perjalanan yang baik. Tidak ada jalan lain yang lebih baik dari itu. Itu semua adalah perjalanan yang sekalipun, menghancurkan sesuatu, namun membentuk yang lain. Sekalipun mengaburkan yang lain, namun menjelaskan sesuatu.

Aku sedang menghitung mundur. Tapi, ini semua waktu-Mu. Ini semua milik-Mu. Jika perhitunganku pun keliru, aku mohon ampun. Jika Engkau berkenan pada perhitunganku, kuatkanlah aku.

Aku membutuhkan-Mu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s