Categories
Life

Sarjana Hukum kok Jadi Hamba Tuhan?

Jawaban cepet-males-mikir:

lha bagus, daripada hamba Setan?

Jawaban panjang-serius-dikit-mayan-mikir:

Adalah suatu bukti nyata bahwa kita sangat terbatas dalam memahami hidup ketika keputusan beberapa orang atas hidupnya membuat kita bertanya-tanya. Sebetulnya aku ingin bilang bahwa itu adalah bukti nyata bahwa kita cenderung memiliki asumsi atas bagaimana seseorang seharusnya menjalani hidup daripada empati untuk melihat hidup dari sudut pandang orang tersebut.

Pertanyaan di atas hampir selalu diajukan oleh keluargaku sendiri dan bahkan, jangan sedih, oleh orang-orang yang baru semenit lalu berkenalan denganku. Saking seringnya pertanyaan tersebut diajukan, aku sampai-sampai sudah terlatih untuk memperkenalkan diriku sambil menjelaskan secara singkat mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Hamba Tuhan adalah sebutan umum yang disematkan oleh manusia kristiani terhadap orang-orang yang bekerja sebagai pengkhotbah, pastor, penginjil, dan sebagainya. Untuk memperjelasnya, kita menambahkan ‘penuh waktu’ di belakangnya. Secara biblikal, sebutan ini cukup keliru, jika hanya disematkan kepada orang-orang berprofesi tertentu. Sebab, siapa pun manusia yang hidup di dunia ini, semuanya adalah hamba Tuhan–dalam pengertian bahwa tidak ada seorang pun yang berkuasa atas jalan hidupnya sendiri. Semua orang, mau tidak mau, tunduk di bawah otoritas ilahi. Kukenal Dia di dalam Kristus yang tersalib itu, dan bangkit pada hari ke-3 sebagai tebusan atas dosa-dosaku.

Sehingga, keputusanku menjadi seorang ‘hamba Tuhan’ tidak ada hubungannya dengan kelulusanku sebagai sarjana hukum. Setelah lulus 5 tahun lalu, aku bekerja sebagai asisten pengacara selama 2 tahun 2 bulan. Segera sesudahnya, aku memutuskan berhenti dan bekerja sebagai staf di sebuah yayasan yang bergerak di pelayanan Injil dan pemuridan kaum muda–sampai saat ini. Kedua keputusan tersebut kuambil di dalam kesadaran bahwa aku sebenar-benarnya, seutuh-utuhnya, adalah seorang hamba Tuhan. Bukan hanya dalam pengertian umum, melainkan dalam pengertian yang lebih dalam, ketika aku dibebaskan dari perbudakan dosa. Di dalam kebebasan tersebut, aku sangat merdeka untuk memutuskan apa pun pekerjaanku sebagai perwujudan nyata bahwa kini tuanku ialah Kristus. Bekerja sebagai asisten pengacara tidak lebih baik daripada bekerja sebagai staf di pelayanan kaum muda. Begitu juga sebaliknya. Sebab di dalam keterbatasanku, keduanya kuputuskan di dalam keinginan untuk mempersembahkan yang terbaik kepada Allah yang sudah sangat berbelas kasih kepadaku.

Pun demikian, betapa pun hebat kukatakan kualitas persembahan tersebut, tidak akan sanggup ‘membalas’ betapa mulia dan agung kebaikan-Nya di dalam hidupku. Bagaimana tidak? Bukan hanya hidupku di dunia ini diterangkan-Nya, Ia bahkan menjamin kehidupan kekalku nanti. Apa lagi yang lebih indah selain itu?

Tapi, toh, konsep ‘balas budi’ bukanlah hal yang ingin kujadikan dasar hidup sebagai hamba-Nya. Aku tidak membalas; aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan.

Karena itu, untuk memeringati 3 tahun sudah keputusan ini kuambil, aku ingin menegur diriku jikalau ia sudah pernah merasa terlalu istimewa atas persembahan yang ia berikan kepada Allah. Tapi di saat bersamaan, aku juga ingin menyemangati diriku, bahwa kamu adalah seorang hamba yang benar jika kamu terus berjuang melakukan apa yang harus kamu lakukan.

Di mana pun engkau bekerja, Elisabeth, ketahuilah, semuanya hanya akan menunjukkan hamba seperti apa sebenarnya dirimu di hadapan Tuhan. Tapi tidak apa, sekalipun engkau pernah gagal, di dalam Kristus, kamu tetap diberi kesempatan sebagai hamba Tuhan. Itu jauh lebih baik daripada menjadi hamba setan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s