Menjelang 28 #1

Ada beberapa keputusan yang saya ambil melalui proses berpikir yang panjang menjelang usia saya yang ke-28 tahun ini. Salah satunya adalah berhenti menulis hal-hal yang mengekspos saya secara pribadi. Artinya, saya tidak akan menulis hal-hal yang bersifat curhat yang dapat membuat orang berprasangka terhadap kehidupan saya. Ataupun berasumsi sesukanya. Apalagi, sebagian besar orang tersebut tidak mengenal saya dan sulit untuk mengonfirmasi prasangkanya terhadap realitas yang ada. Apa yang memicu saya memutuskan seperti ini? Bohong kalau saya bilang tidak ada atau sekadar iseng. Namun saya tidak merasa perlu menjelaskannya di blog ini.

Bukan hanya di blog ini, hal serupa juga akan saya lakukan terhadap akun media sosial saya yang lain seperti Instagram, WhatsApp, Facebook, dan Twitter. Saya tidak akan mengunggah apa pun yang berkaitan dengan kehidupan pribadi saya. Sebetulnya saya sudah mengambil langkah awal yakni mengurangi intensitas saya berbagi di akun-akun tersebut, sehingga tidak sulit bagi saya untuk berhenti sama sekali.

Jika suatu saat kamu rindu sama saya (buset pede betul bocah), hubungi saja. Kalau saya rindu kamu, saya pun akan menghubungimu. Selain dari itu, kita tidak akan tahu kabar apa pun lagi dari satu sama lain.

Kalau kamu tidak mengenal saya secara pribadi dan mungkin merasa akan merindukan saya, tenang, rindukanlah mereka yang lebih pantas kamu rindukan. (Eww! Geli sama kalimat sendiri asli)

Salam sehat!

(Salam edisi pandemi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s