Lima puluh lima hari

Rasanya perjalanan menuju usia ke-29 ini berlalu begitu cepat!

Apa mungkin karena aku sangat menikmatinya, seperti kata orang-orang?

Mungkin memang demikian. Bersama dengan segala ‘kelucuan’ hidup yang ada di 55 hari ke belakang, aku menikmati prosesnya. Rasanya seperti benar-benar bersahabat dengan hidup. Langkah-langkah terasa ringan. Hati terasa lega.

Uniknya, kepalaku masih penuh dengan tujuan. Justru dengan langkah dan hati yang seperti itu, tujuan-tujuan tersebut tampak semakin indah. Mereka bukan musuh yang harus kutakutkan. Bukan lawan yang harus membuatku minder. Bahkan, bukan pula orang asing, sehingga aku seolah boleh mengabaikannya begitu saja.

Tujuan-tujuan tersebut adalah bagian dari keberadaanku. Seberharga itu.

Perjalanan menuju ke sana harusnya menjadi perjalanan yang membuatku bertumbuh. Apalagi sukacita setiap yang bernapas, jika bukan pada kenyataan bahwa ia bertumbuh?

Pertanyaan-pertanyaan orang-orang yang seolah dapat mendikte hidupku tidak lagi membuatku sinis. Betul-betul terlepas dari beban yang tidak perlu, seperti keyakinanku pada 55 hari lalu.

Apakah 55 hari ini tidak sulit untuk dijalani? Siapa bilang? Tetapi justru, aku belajar banyak dari semuanya. Untuk apa repot-repot memberi label bahwa hari ini sulit atau hari kemarin mudah?

Sudah kubilang, yang kubutuhkan adalah pertumbuhan.

Semoga semakin hari semakin dewasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s